Mariyani Atmaja

the Diary® 👨👩👦👶

Day 2 -the World Heritage Melaka

Malacca, 3 Maret 2016

☁☀
Pagi ini kami begitu bersemangat untuk segera memulai petualangan di Melaka yang merupakan kota sejarah, yang dianugrahi gelar warisan dunia (world heritage city) oleh UNESCO pada 7 Juli 2008. Penasaran ceritanya gimana? Yuk kita mulai..

Pk. 06.00-08.30
Setelah mandi, kami segera meluncur ke restorannya Novotel Melaka karena kami mendapat jatah makan pagi ‘all you can eat and drink and again and again’! Hahaha.. pilihan menunya variatif dan cakes-nya enak-enak, yumm…! Sementara ini Novotel Melaka still be my favorite hotel in town! Yeah..
Kelar isi perut, urus check out dan titip koper di hotel. Dan sekarang kita uda bener-bener siap untuk mengerahkan segenap kekuatan demi menikmati keindahan Melaka.

Pk. 08.30-13.15
Eksplorasi Melaka kita mulai dengan berjalan kaki menuju ke A’Famosa Fortress. Sebelum tiba di A’Famosa, kami ketemu gedung Memorial Pengisytiharan Kemerdekaan, gak mampir ke dalam sih, cuma lewat aja karena tertarik mau foto di depan bendera-bendera tsb.. hehehe..

20160303_085755.jpg

Gak jauh dari gedung tsb kita sudah sampai di A’Famosa Fortress yang merupakan sebuah benteng bekas Portugis, sisaan arsitektur Eropa yang tertua di Asia! Cihuy kan tuh ?? Benteng ini hancur akibat peperangan di zamannya, namun masih terlihat pintu gerbangnya yang bernama Porta de Santiago (Gerbang Santiago).

IMG_20160303_220831

A’Famosa Fortress

IMG_20160310_170013

Benteng A’Famosa dengan Pintu Gerbang Porta de Santiago-nya

Dari benteng A’Famosa, kita lanjut menaiki sejumlah anak tangga, lumayan bikin ngos-ngosan lho.. kecuali untuk si Marco Marcio. Heran deh mereka masih bisa ketawa-ketiwi menaiki setiap anak tangga itu, hahaha.. ketawan gw gak pernah olah raga yee.. hehehe.. Sampai di ujung tangga itu kita sudah berada tepat di St. Paul’s Church. Sebuah gereja Katolik yang berada di puncak dari St. Paul’s Hill yang kita naiki ini. Di dalam sisa reruntuhan gereja ini terdapat banyak batu nisan kuno berbahasa Latin dan Portugis dan terdapat juga makam dari St. Francis Xavier, yang merupakan penggagas didirikannya sekolah di tempat itu. Pada bagian depan ada sebuah patung St. Francis Xavier yang tangannya hilang sebelah. Konon katanya sih pernah ketibanan pohon yang menyebabkan salah satu tangannya putus. Mungkin karena ingin menjaga keaslian maka gak dibuatkan tambalannya. Gitu kali ya. Hehehe..

IMG_20160310_171127.jpg

20160303_091317

Di dalam reruntuhan St. Paul’s Church

20160303_091936

Patung St. Francis Xavier yang berada tepat di depan St. Paul’s Church

20160303_091249-1

di antara nisan kuno di dalam St. Paul’s Church

Dari atas bukit ini kita juga bisa memandang indahnya Malaka dari kejauhan. Menara Taming Sari yang tinggi menjulang yang memang gak jauh dari sana juga terlihat. Oiya di sini cuaca cukup panas menyengat dan berangin lumayan kencang. Jadi antara kepanasan dan adem gimana sih.. Melanjutkan cerita perbolangan, dari St. Paul’s Hill kita kudu menuruni tangga-tangga lagi, Omaigatttt!! Yang kali ini malah anak tangganya lebih curam… 😭😭 Tangga oh tangga..

20160303_092208

Can you spot Menara Taming Sari?

20160303_091752

beautiful view from the top of the St. Paul’s Hill

Dari situ uda gak jauh ke the Red Square alias si the Stadhyus, pusat keramaian kota Melaka, yang didominasi bangunan berwarna merah bata. Pagi itu sangat ramai di the Stadhyus, banyak rombongan wisatawan dari China dan bule rupanya. Jadi banyak photobomb-nya deh.. 😒 Kita malah gak sempet masuk ke dalam gedung the Stadhyus itu sendiri, yang katanya merupakan bekas gedung balai kota dan sekarang dijadikan sebagai Museum Sejarah yang di dalamnya kita bisa melihat kostum daerah asal Malaka dan beberapa peninggalan bersejarah lainnya.

20160303_095806 (1)-1

20160303_100145

Suasana keramaian di Red Square

Kita segera menuju ke Christ Church yang juga berwarna merah bata. Christ Church ini adalah gereja Protestan yang dibangun dengan sentuhan kolonial Belanda, pada tahun 1741 dan selesai tahun 1753, merupakan gereja tertua di Malaysia yang masih aktif sampai saat ini. Penasaran karena pintu gere juha terbuka, kami masuk ke dalam. Ya model gereja klasik gitu dengan bangku kayu panjangnya.

20160303_093645-1-120160303_093542

20160303_093709-1

Christ Church Melaka yang merupakan bagian dari the Red Square

Dari sini kita menuju ke gereja Katolik bernama St. Francis Xavier Church 1849, buatan orang Perancis. Posisinya agak di belakang Christ Church. Gerejanya tertutup dan memang cantik bangunannya. Klasik seperti kastil.

IMG_20160310_165550.jpg

Di seberangnya ada sebuah bangunan bercat merah bata khas Melaka dengan tulisan “Welcome Melaka World Heritage City” yang katanya para blogger kudu banget foto di sini supaya sah ke Malaka! Hahaha..

IMG_20160310_164937

Dari sana kami menyisiri jalan kecil di tepian sungai Malaka, sambil sesekali melihat rombongan turis yang sedang menaiki Malaka River Cruise. Kita juga mau naik, cuma bingung mencari keberadaan loket di mana?! Setelah bertanya ternyata posisinya ada di belakang Museum Samudera! Haiyaa padahal eikh datang dari arah St. Francis Xavier Church!! Ya uadoh.. hehehe..

20160303_09535020160303_09492320160303_095051

20160303_095045

Family in Frame 📷

20160303_095131.jpg

Sementara menuju ke loket river cruise kita mampir foto-foto di sebuah benteng tepi Sungai Melaka dengan beberapa meriam di dalamnya.

20160303_100919.jpg

Dari sana tidak jauh ada sebuah kincir air raksasa kesultanan Malaka. Buagus sekali kincirnya.. !! Eike punya banyak foto selfie di sini! Hahaha saking senengnya..

20160303_101510

Kincir Air Raksasa Kesultanan Melaka

20160303_101605

💏

Lanjut jalan menuju ke River Cruise, di seberang sana baru kelihatan dengan jelas Hotel Casa del Rio. Hotel bintang 5 milik Malaka yang harganya paling ajib di sini! Hahaha.. bangunannya so classic dan megah meskipun bukan tipikal modern. Bisa bayangkan malam hari makin cantik itu hotel dengan warna-warni yang ikut menghiasi pemandangan River Cruise. Jadi nyesel kenapa kemaren malem gak maksain naik river cruise aja, hiks.. 😭😭

20160303_101907

20160303_101820

Iki loh Casa de Rio 5🌟Hotel

Nah beberapa langkah kemudian kita sudah sampai di loket penjualan tiket untuk naik river cruise. Tiket dibandrol : dewasa RM15.9, anak-anak RM7.5. Gak lama kemudian kita disuruh menuju ke dalam cruise dan tadaaa… pemandangan cantik sepanjang sungai Melaka begitu menawan. Ada beberapa bangunan di tepian sungai yang dilukis heboh sebagai mural. Perjalanan dengan river cruise lumayan lama juga, lalu balik arah dan berhenti di tempat menurunkan penumpang yang berada tidak jauh dari tempat kita naik tadi.

20160303_103021

Aden hepi sekali menikmati pemandangan dari Sungai Melaka

20160303_103201

Menyusuri sungai Melaka

20160303_102957

Malacca River Cruise

20160303_103224

Dari River Cruise kita menuju ke Museum Samudera, yang berbentuk replika kapal harta karun Flor de Lamar. Guedhiine puol dan keren memang kapal ini. Tadinya pas bikin itinerary mau masuk. Tapi pas di TKP gak jadi, karena kami sudah cukup puas melihat dari luar. Bawa anak2 kecil ini agak susyah juga kalo dipaksa liat-liat ke museum. Marco uda ributin mau jajan es aja, hehe..

20160303_110937.jpg

Baiklah kalo gitu kita lanjutkan ke Jonker Street aja, mau jajan es cendol durian yang terkenal di Melaka. Gak jauh dari Hard Rock Cafe Malaka, di perempatan jalan Jonker ada San Shu Gong. Kita jajan es cendol deh di situ. Ya ampunnn… enakkkk bangett ni cendol!! Duriannya berasaaa banget. Wadahnya juga lucu hehe.. kekurangannya cuma 1, yang jual cuma bisa bahasa Mandarin which is bahasa yang wo kagak ngarti! Hahaha.. Untuk semangkok cendol durian lezat itu kita cukup bayar RM5.9 saja. Rupanya si Marco emang kagak doyan sama duren, beda sama Aden yang lidahnya gampangan menerima segala jenis makanan hahaha.. alhasil untuk Marco kita jajanin Es Kopi, cuma itu pilihannya ! Nah lho kagak bisa tidur dah nti siang di bis ke KL! Hahaha.. kita gak lunch karena masih kenyang gara-gara sarapan yang superb di Novotel tadi pagi.

20160303_113811-1.jpg

Dari San Shu Gong melipir sejenak mengabadikan diri di depan kincir angin Belanda yang ada di taman. Lalu nyebrang sedikit menuju ke the Stadhyus lagi untuk beli oleh-oleh gantungan kunci dan magnet kulkas ala Malaka.

IMG_20160303_223134.jpg

Selesai mengantongi oleh-oleh kita mau naik Menara Taming Sari. Tiket bisa beli di dalam gedung, posisi dekat toilet, dengan harga dewasa RM20, anak RM10. Seru juga naik Menara Taming Sari. Kita bisa melihat pemandangan Melaka yang cantik dari ketinggian 80M. Nunggu penumpang masuk di dalam dek agak lama tapi gpp juga karena adem hahaha.. Naiknya cuma 7 menit. Tapi asik kok..

20160303_122156

Cobain teropong di dalam dek Taming Sari

20160303_122126

Gara-gara naik Menara Taming Sari, si Aden jadi suka pake teropong hahaha

20160303_123135

keceriaan di dalam dek

20160303_123057

Dek semakin naik dan berputar 360° sampai ketinggian 80M dan turun lagi

20160303_123235

Viewnya kece!

20160303_123506

View dari ketinggian 80M

Dari Taming Sari kami teringat kalo anak-anak belom akan siang, maka mampir sebentar ke McD di Dataran Pahlawan. Tetep aja beli Happy Meal supaya dapet mainan, kebetulan lagi ada mainan Kungfu Panda, hehe.. Btw, McD di sini murah banget, untuk 2 paket Happy Meal kami bayar RM14.8 saja. Ini sekitar Rp. 45.000,-. Sedangkan di Jakarta harga per paket aja uda Rp.30.000,- ! Hehehe.. Selesai take away McD, kita lanjutkan berjalan kaki ke Novotel.

Pk. 13.15-13.35
Minta tolong staff Novotel untuk mencarikan taksi meteran yang bisa mengantarkan kami ke Melaka Sentral. Sambil nunggu taksi datang, kami juga mengurus pengambilan koper di sana dan duduk manis di lobby Novotel sambil internetan, hehe..

Pk.13.35-13.55
Selama perjalanan dari Novotel ke Melaka Sentral diriku gundah gulana, kira-kira keburu enggak ya naik bis yang Pk.14.00!! OMG uda tinggal 5 menit lagi!! Mana belom tahu juga loketnya di mana??! Kuatirnya karena kalau meleset dari Pk.14.00 berarti kudu nunggu sampai keberangkatan Pk.15.00 dan itu lah yang kita gak mau !! Akhirnya Pk.13.55 diriku sambil gendong Aden lari sekuat-kuatnya mencari keberadaan loket Transnasional, sementara suamiku sama Marco dan 2 koper+Stroller urus bayar taksi RM25 dan ngangkut semuanya.. di situ saya merasa kasihan sama ayang Nunu.. dia jadinya lelah banget!😥😭

Di Melaka Sentral, loketnya bingungi dan setelah eike menyusuri sampai ke ujung loket sebelah kanan ternyata loket Transnasional ada di posisi berlawanan! Ya ampunn..5 menit yang menegangkan waktu itu ! Sesampainya di depan loket eh katanya jadwal bus selanjutnya baru ada Pk.21.30 ! Mateng gak tuh??!! Dari situ aku bener-bener uda sumpah serapah gak bakal mau pake Transnasional lagi apalagi merekomendasikannya!! Karena pengalaman datang dan pergi dari dan ke Malaka dengan Transnasional jadwal gak sesuai dengan yang tertera di website!! Alhasil diriku di sisa menit terakhir itu ketemu satu loket lain bernama KKKL, yang menjual tiket bis ke KL Pk.14.00. Harganya hanya RM13.4/Orang. Dan Aden gak dihitung kata Makcik yang jual, lumayan hehe.. Bus nya sendiri persis ada di depan loket jadi langsung aja aku ngomong ke sopirnya untuk tungguin suamiku sebentar. Gak lama nongol juga si ayang nunu beserta semua gembolannya.. kebayang rempongnya dia gimana!! Dan ternyata jam-nya si sopir lebih telat 5 menit, jadi kami belom telat hehehe.

Pk.14.05-16.20
Kelelahan kami terbayar saat memasuki bus KKKL yang bagus, kursi yang bukan hanya empuk tapi juga ada sandaran kakinya, plus AC yang cukup dingin untuk kami memejamkan mata dan boci. Uda gitu biarpun penumpang hanya 6 orang bis tetep jalan sesuai jadwal, hebat kan! Hehe.. So, I recommend this “KKKL” kalo mau ke KL dari Malaka! Catet yah..naik KKKL !! Perjalanan lancar meskipun sempat berhenti sekitar 15 menit untuk sopir dan penumpang ke toilet. Dan sekitar 2 jam kemudian kita sudah sampai di Terminal Bersepadu Selatan yang guedhii sangat!

Pk.16.20-17.30
Dari TBS kami lanjut ke Stesen Bandar Tasek Selatan yang posisinya bersebelahan memang. Kemudian lanjut naik KTM Komuter tujuan ke Mid Valey, karena kami mau mampir ke Enagic Malaysia dulu. Harga tiket KTM RM2. Di sini kita sempet nunggu agak lama keretanya. Nah, sampai di Mid Valey kita tanya-tanya orang di mana posisi the Boulevard Building, rupanya uda deket banget. Dan ternyata kami melewati jalan pintas yang ngaco karena main nyebrang sembarangan, hahaha.. lha lagian di Mid Valley eskalatornya mati, mana bisa kita naik tangga jalan yang gak jalan itu sambil bawa anak, barang-barang dan stroller??!

Pk.17.30-18.30
Lega banget setelah sampai di Enagic. Kita minum air Kangen dari mesin K8 sampe begah dan kita beli beberapa botol juga di sini, hehe. Air Kangen ini kudu banget untuk menjaga stamina kami tetep kuat, makanya kemanapun pergi kalau bisa kita mampir ke Enagic.

20160303_175957-120160303_175927-1

Pk.18.30-20.00
Dari Enagic kami diarahkan kembali ke Mid Valey sama seseorang dan rupanya dia menunjukkan jalan yang benar namun menyusahkan karena kali ini mau gak mau kita kudu mbopong-bopong anak dan koper dan stroller lewat eskalator mati itu! Oh Tuhan terima kasih!! Naik KTM Komuter lagi menuju ke KL Sentral, tiket RM1.6. Lanjut naik monorail ke Bukit Bintang dari KL Sentral RM2, tiket beli di mesin otomatis. Sampai di Bukit Bintang, kami nyasar lagi. Tanya orang hotel Wolo di mana gak ada yang tahu sama sekali, even eke tanya posisinya McD Bukit. Bintang aja kagak ada yang tahu!! Aneh deh.. itu bingungin karena di tengah persis segitiga emas Bukit Bintang ada penutupan jalan karena sedang ada proyek MRT. Nah kita jadi ketutupan arah pandang. Padahal uda deket banget itu!

Pk.20.00-21.00
Akhirnya lega banget sampai di Wolo Hotel. Boutique hotel ini lucu banget designnya. Dan karena keunikan design hotel, mereka dapat beberapa penghargaan lho.. Segera kami check in dan ngaso di kamar hotel!! Ini bener-bener tepar judulnya! Apalagi buat ayang nunu.. sorry yahh yank tadi pake nyasar2.. 😭😭

Pk.21.00-22.00
Setelah ngaso dan mandi, lalu kami cari makan ke Jalan Alor. Rame banget tempatnya. Harganya juga cukup terjangkau, rata-rata RM8/porsi. Kami makan laksa mie, kwetiau goreng dan nasi hainam+ayam. Dan ada jajan es krim kelapa dan sate celup yang pedes banget!

Pk.22.00-06.00
Pulang dari Jalan Alor mas Januar bilang besok gak usah ke Colmar Tropicale deh. Dia masih capek banget dan pengen agak nyantai malam itu. Kalo maksa mau ke Colmar besok, maka malam itu juga kita kudu ke Berjaya Times Square untuk beli tiket. Padahal sisa tenaga uda gak ada. Sedih sih gak jadi ke Colmar, tapi ya gpp lah.. daripada ngoyo terus atit?!

20160303_095916.jpg

Next story ke Batu Caves dan KL City Tour lanjut di sini ya..

Advertisements

2 comments on “Day 2 -the World Heritage Melaka

  1. Pingback: Day-3 Batu Caves | Mariyani Atmaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 8 March 2016 by .
%d bloggers like this: